Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang paling
menentukan sukses tidaknya suatu organisasi. Berbeda dengan sumber daya organisasi
lainnya, sumber daya manusia merupakan faktor produksi yang memiliki mempunyai
pengaruh yang dominan terhadap faktor produksi yang lain seperti mesin, modal,
material, dan metode. Oleh karena itu, organisasi dituntut untuk mengelola sumber daya
manusia yang dimiliki dengan baik demi kelangsungan hidup dan kemajuan organsiasi.
Dengan demikian keberhasilan dalam proses operasional organisasi sangat ditentukan
oleh kualitas sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah karyawan.
Kontribusi karyawan bagi organisasi sangat dominan, karena karyawan adalah
penghasil kerja bagi organisasi. Hal ini berarti adalah setiap pekerjaan dalam organisasi
selalu dilaksanakan oleh karyawan. Berhasil tidaknya suatu organisasi ditentukan oleh
unsur manusia yang melakukan pekerjaan sehingga perlu adanya balas jasa terhadap
karyawan sesuai dengan sifat dan keadaannya. Seorang karyawan perlu diperlakukan
dengan baik agar karyawan tetap bersemangat dalam bekerja. Pimpinan organisasi
dituntut untuk memperlakukan karyawan dengan baik dan memandang mereka sebagai
manusia yang mempunyai kebutuhan baik materi maupun non materi. Pimpinan
organisasi juga perlu mengetahui, menyadari dan berusaha memenuhi kebutuhan
karyawannya, sehingga karyawan dapat bekerja sesuai dengan harapan organsiasi.
Di sisi lain, karyawan sebagai motor penggerak organisasi dituntut untuk bekerja
dengan lebih bersemangat agar mampu menghadapi persaingan, dan dapat
mempertahankan keberadaan organisasi. Menurut Hasibuan (1999) organisasi bukan saja
mengharapkan karyawan yang mampu, cakap, dan terampil, namun yang lebih penting
adalah mereka bersedia bekerja dengan giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja
yang optimal. Kemampuan, kecakapan, dan keterampilan karyawan tidak ada artinya
bagi organsasi jika mereka tidak mau bekerja keras dengan menggunakan kemampuan,
kecakapan, dan keterampilan yang dimilikinya. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa
semangat kerja karyawan sangat penting dalam menunjang tercapainya tujuan organisasi.
Meski demikian, pengaruh semangat kerja terhadap pencapaian tujuan organisasi terjadi
secara tidak langsung. Variabel prestasi kerja merupakan variabel antara keduanya.
Pengukuran tingkat prestasi kerja dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengukur
semangat kerja. Bila karyawan memiliki semangat yang rendah, maka tingkat prestasi
kerjanya pun akan rendah/turun. Namun sebaliknya meningkatnya semangat kerja akan
menambah kesetiaan karyawan kepada organisasi untuk tetap mengabdikan dirinya
kepada organisasi. Dengan kata lain karyawan tidak akan memiliki niat untuk berpindah
kerja. Hubungan semangat kerja dengan prestasi kerja pada dasarnya terdapat hubungan
yang erat, hal ini sesuai dengan keinginan karyawan dan organisasi, karena dengan
semangat kerja karyawan dapat mempengaruhi prestasi kerja. Dengan demikian kesetiaan
karyawan dalam melaksanakan tugasnya tetap berjalan dengan baik, dan juga akan
meningkatkan prestasi kerja.
Pengertian Semangat Kerja
Menurut Nitisemito (1992), semangat dan gairah kerja sulit untuk dipisah-
pisahkan meski semangat kerja memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap semangat
kerja. Dengan meningkatnya semangat dan gairah kerja, maka pekerjaan akan lebih cepat
diselesaikan dan semua pengaruh buruk dari menurunnya semangat kerja seperti absensi
dan selanjutnya akan dapat diperkecil dan selanjutnya menaikkan semangat dan gairah
kerja yang berarti diharapkan juga meningkatkan produktivitas karyawan.
Semangat kerja dapat diartikan sebagai semacam pernyataan ringkas dari
kekuatan-kekuatan psikologis yang beraneka ragam yang menekan sehubungan dengan
pekerjaan mereka. Semangat kerja dapat diartikan juga sebagai suatu iklim atau suasana
kerja yang terdapat di dalam suatu organisasi yang menunjukkan rasa kegairahan di
dalam melaksanakan pekerjaan dan mendorong mereka untuk bekerja secara lebih baik
dan lebih produktif.
Selengkapnya Bisa anda Download Disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar